Sungguh melelahkan perjalananku waktu yang sangat lama ketika kita memandangnya kedepan dan lain halnya ketika kita memandangnya kebelakang begitu sangat singkat antara rentang waktu 2006-2012 penuh perjuangan ada suka duka ada cerita dan cinta.
Sahabat barupun kudapat pertengahan 2006 saat ta'aruf di gelar ada cinta di sana cinta yang sama-sama tidak mau saling memiliki, namun di pertengahan 2009 aku menemukan cinta yang sama-sama saling memiliki sampai saat ini.
Musibah yang tiap tahun aku dapatkan mulai dari kehilangan HP 2009, kehilangan dompet 2010 dan yang paling membuatku menyesal kehilangan kesempatan mengikuti wisuda (S1) 2011 sungguh menjadi tekanan batin buatku.
Sabtu 25 February 2012 akhirnya gelar (S1) di kukuhkan kepadaku walaupun banyak penyesalan karena aku cuma sendiri teman-temanku sebagian besar telah mendahuluiku walaupun masih ada satu orang yang aku tinggalkan.
Hari ini aku membuat mereka
tersenyum (IBU+BAPAK+NENEK+TUNANGANKU) meski aku tidak membanggakan mereka dengan menjadi mahasiswa berprestasi tapi setidaknya aku bangga telah membuah mereka tersenyum hari ini.
Terima kasih IBU Terima kasih BAPAK kalian telah mebiayaiku sampai aku lulus mudah-mudahan dengan ilmu dan Gelar yang aku dapatkan aku bisa membahagiakan IBU dan BAPAK
Terima kasih juga buat seseorang yang aku cintai yang selalu menemaniku dari mulai bimbingan skripsi sampai aku lulus sekarang tak luput dari bantuan darinya.
INI CERITAKU...
MANA CERITAMU?:D
By : shinö ändrä
Search This Blog
About Me
Asmaul Husna
Tafsir AL-QUR'AN
Jadwal Waktu Sholat Untuk Wilayah Kuningan Dan Sekitarnya
Pengikut
Created by : shinö ändrä 2011-2012 © Maha Cinta. All Rights Reserved. Diberdayakan oleh Blogger.
kü pèrsémbähkän üntük yäng tèrkäsih
Sabtu, 25 Februari 2012
Selasa, 17 Januari 2012
Pengertian dan Manfaat Media Pendidikan
Pengertian Media Pendidikan, kata media berasal dari bahasa Latin medius dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah yang berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman, 2003: 6). Secara harfiah kata media memiliki arti “perantara” atau “pengantar”. Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan National Education Association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang digunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektivitas program instruktional (Asnawir, 2002: 11).
Kaitannya dengan pembelajaran media sangat diperlukan oleh pendidik. Karena dengan media, pendidik akan mudah untuk menyampaikan materi dan juga siswa akan lebih mudah untuk menerima materi yang disampaikan. Oleh karena itu, tanpa adanya media dalam proses belajar mengajar siswa akan kesulitan dalam menerima materi.
Merujuk pernyataan di atas bahwa madia mempunyai kegunaan-kegunaan yaitu sebagai berikut:
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera
3. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik
4. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana kesulitan itu harus diatasi sendiri (Sadiman, 2003: 17).
Manfaat media pendidikan di atas dapat tercapai bagi murid maupun guru apabila media yang digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan materi, strategi dan model pembelajaran. Oleh karena itu guru harus mampu memilih media yang sesuai.
Seperti yang dikemukakan oleh Dick dan Carey (1978) dalam Sadiman (2003:83), menyebutkan bahwa di samping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu: pertama ketersediaan sumber setempat. Artinya bila media yang bersangkutan tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri. Kedua adalah apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga dan fasilitasnya. Ketiga adalah faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama. Artinya bisa digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada disekitarnya dan kapanpun serta mudah dijinjing dan dipindahkan. Faktor yang terakhir yaitu efektivitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang.
Langganan:
Postingan (Atom)
About
Created by : shinö ändrä
2011-2012 © Mähä Cintä. All Rights Reserved.
